<div style='background-color: none transparent;'></div>
Home » » Pendidikan merupakan hak semua orang

Pendidikan merupakan hak semua orang

Proses pendidikan dan pembelajaran merupakan kegiatan terencana yang di dalam penyusunannya tidak dapat lepas dari faktor pembiayaan. Hal ini karena di dalam pelaksanaannya, ada banyak hal yang harus dilakukan, disiapkan, dan selanjutnya diadakan agar proses berlangsung lancar. Berbagai hal harus disiapkan dan disediakan oleh semua pihak, khususnya dalam hal ini adalah sarana-prasarana pendidikan dan pembelajaran sehingga dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Dengan dana ini, segala kebutuhan sarana-prasarana serta operasional pendidikan dapat disediakan oleh sekolah.
Akan tetapi, perkembangan zaman yang sedemikian pesat menuntut kita untuk ikut memikirkan asal dana pengembangan dan peningkatan sarana prasarana serta biaya operasional pendidikan tersebut. Kita harus ikut memberikan sumbangsih kepada dunia pendidikan sehingga proses dapat terlaksana. Kita menyadari bahwa sarana, prasarana pendidikan, dan biaya operasional merupakan aspek penting dalam kegiatan. Tanpa ketiga aspek tersebut, tujuan tidak dapat tercapai.

Permasalahannya adalah dengan proses pengembangan ini, ternyata membawa dampak yang sangat berat bagi masyarakat. Jika kita harus mewujudkan atau memenuhi kebutuhan tersebut, masyarakat harus memberikan bantuan dan sokongan dana yang tidak sedikit agar tujuan pendidikan tercapai. Padahal, secara umum, masyarakat kita termasuk dalam kelompok ekonomi rendah. Kebanyakan orangtua berlatar belakang keluarga ekonomi rendah sehingga hal tersebut berdampak pada kesulitan memenuhi kebutuhan sarana-prasarana. Kesulitan ini karena sangat banyak orangtua yang tidak mampu membayar dana pendidikan untuk anak-anaknya. Mereka kesulitan harus membayar dana pendidikan sebab penghasilan mereka sangat jauh dari cukup untuk menutup kebutuhan tersebut.

Kondisi ini mengisyaratkan bahwa orang-orang dari kelompok ekonomi rendah atau orang-orang miskin tidak diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan di sekolah. Mereka tidak berdaya untuk mengikuti proses pendidikan sebab kondisi ekonomi yang tidak mencukupi. Jangankan untuk menuntup kebutuhan dana sekolah, untuk memenuhi kebutuhan hidup saja, mereka harus bersusah-payah. Apalagi, bagi mereka yang mempunyai jumlah anak yang banyak. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja mereka tidak mampu, apalagi untuk biaya pendidikan. Tidak heran jika kemudian kita mendapati banyak anak-anak yang drop out, gagal sekolah, atau memang tidak sekolah karena biaya yang tidak mencukupi bagi mereka.

Ada cukup banyak anak-anak dari keluarga miskin yang terpaksa harus mrotol atau tidak bersekolah karena kekurangan biaya. Keluarga mereka tidak berkemampuan untuk memenuhi kebutuhan biaya sekolah karena untuk memenuhi biaya hidup saja mereka kesulitan. Oleh karena itulah, mereka sangat berharap pemerintah benar-benar mewujudkan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. Mereka mempunyai keyakinan bahwa pemerintah seharusnya memberikan pembiayaan bagi proses pendidikan yang ditempuh oleh anak bangsa. Bagaimana pun, pemerintah harus dapat merealisasikan amanat rakyat yang tertuang dalam UUD 1945 tersebut sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap warga negaranya. Inilah konsekuensi pemerintah terhadap bangsa dan negaranya.

Sepertinya, dengan kondisi yang tercipta dalam kehidupan, seakan memberikan jawaban kepada masyarakat, khususnya orang-orang miskin, bahwa untuk dapat mengikuti proses pendidikan, mereka harus kaya terlebih dahulu. Mereka harus mempunyai kekayaan dalam jumlah tertentu sehingga mampu membeli kue yang bernama “pendidikan”, khususnya pendidikan formal. Jika mereka sudah mempunyai dana untuk membeli “kue pendidikan” ini, barulah mereka boleh ikut duduk melingkar dalam “kenduri pendidikan” di sekolah-sekolah. Sungguh ironis jika ternyata warga negara tidak dapat ikut bergabung dalam kenduri pendidikan di negerinya sendiri.

Tentunya, kondisi seperti ini tidak sehat bagi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia negeri ini. Padahal, hal paling utama untuk dapat menjaga eksistensi bangsa dan negara di antara bangsa dan negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Jika sebuah negara mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas, hal tersebut secara otomatis memosisikan statusnya di dalam lingkungan masyarakat yang berkualitas. Jika sumber daya manusia tidak berkualitas, tentunya kita terpuruk dalam tata pergaulan antar-bangsa di dunia. Selamanya pula, kita menjadi negara yang tidak diperhitungkan dan hanya menjadi objek, bahkan menjadi belas kasihan dari negara lain.

Orang miskin pun ingin sekolah. Mereka mempunyai keinginan dan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas dirinya sehingga mempunyai kemampuan maksimal dalam menghadapi masalah dalam kehidupan. Mereka sudah bosan dengan kondisi kehidupan yang mereka jalani selama ini. Mereka ingin suatu perubahan kondisi agar dapat menikmati hidup dengan lebih baik. Mereka meyakini bahwa pendidikan merupakan jembatan atau kendaraan yang dapat mengantar ke tujuan tersebut. Mereka menyadari bahwa selama ini, penderitaan yang ditanggung adalah akibat dari tingkat pendidikan yang tidak sepadan dengan tuntutan kehidupan. Mereka mengamini bahwa pendidikan adalah kebutuhan pokok agar hidup menjadi lebih baik.

Oleh karena itulah, sudah seharusnya kita ikut memikirkan langkah-langkah konkret untuk mereka. Sudah seharusnya kita memberikan kesempatan kepada mereka agar potensi yang ada dalam diri dapat berkembang secara proporsional. Kepedulian kita terhadap proses pendidikan mereka diharapkan merupakan kesempatan mengangkat kondisi kehidupan mereka. Jika mereka berkesempatan untuk mengikuti proses pendidikan dengan sebaik-baiknya, kualitas mereka tumbuh dengan sempurna dan mampu sejajar dengan yang lain. Dengan demikian, jurang pemisah yang selama ini menganga lebar dapat kita hilangkan dan menjadi hamparan kebersamaan yang indah.

Selanjutnya, yang perlu kita tekankan dalam hal ini adalah bahwa orang miskin pun harus sekolah. Mereka harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti proses pendidikan di negeri ini. Kalaupun mereka terhambat oleh kondisi perekonomian yang tidak mendukung, kesetiakawanan sosial atau pemerintah harus konsekuen dengan tugas dan kewajibannya terhadap warga negaranya, khususnya dalam aspek pendidikan. Warga negara ini bukan hanya orang-orang yang kaya dari sisi materi, finansial, melainkan juga orang-orang miskin. Pemerintah juga harus memikirkan dan memberikan kesempatan yang sama pada mereka (orang-orang miskin). Jika kita selalu menggaungkan konsep hidup yang berkeadilan, kita juga harus adil dengan kondisi hidup mereka. Sikap berkeadilan yang kita maksudkan adalah berkeadilan dalam segala hal, termasuk dalam hal ini adalah pendidikan bagi semua elemen masyarakat.

Ya. Orang miskin harus sekolah. Tidak ada jalan lain yang dapat meningkatkan kualitas bangsa secara menyeluruh. Justru, orang-orang ini yang seharusnya mendapatkan kesempatan dan perhatian ekstra, terutama dari pemerintah. Pemerintah mempunyai tugas dan kewajiban yang merupakan amanat bangsa ini. Pendidikan bukan hanya untuk orang-orang kaya, orang-orang miskin juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Jika tidak, selamanya di negeri ini mayoritas orang-orangnya tidak berkualitas sebab mayoritas warga negara ini adalah orang-orang miskin.

Semoga kita menyadari bahwa pendidikan merupakan hak semua orang, siapa pun mereka, wajib dan berhak mengikuti dan mendapatkan pendidikan yang layak bagi kehidupannya. Bahkan, pemerintah sangat berkepentingan dalam upaya penyelenggaraan proses pendidikan dan sarana prasarana pendidikan yang dibutuhkan. Dengan demikian, seharusnya semua orang mempunyai hak yang sama dalam mengikuti proses pendidikan, termasuk orang-orang miskin.

Orang miskin juga berhak sekolah!
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Ulumuddin's Site . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger