<div style='background-color: none transparent;'></div>

My Rangking

Total Pageviews

About Me

My photo
Guru Bahasa Inggris yang ingin selalu belajar, belajar dan Mengajar

Ulumuddin's Site

Pengunjung Blog

Showing posts with label Artikel Taufar. Show all posts
Showing posts with label Artikel Taufar. Show all posts

Guru Kecil

Thursday, January 26, 2012

Guru kecil di dalam kelas

Artikel ini saya tulis ketika waktu istirahat, kemungkinan besar ada penulis lain yang sudah menuliskannya, tapi tidak apa – apa sebgai tambahan artikel untuk mengisi kegiatan blogging
Guru kecil yang penulis maksud bukan “Guru yang berbadan kecil”, melainkan siswa, murid atau santri yang menggantikan posisi guru dalam pengulangan materi yang sudah di ajarkan oleh “Guru Besar “di kelas. Penempatan Guru Kecil di setiap kelas bertujuan agar siswa yang malu bertanya, takut, atau kurang PeDe bisa bertanya langsung kepada teman sekelas yang sudah menguasai pelajaran.

Pemilihan Guru Kecil atau bisa disebut ketua kelompok belajar, dipilih dari kemampauan atau kapabilitas dari masing – masing siswa. Kita pasti sangat tahu bahwa masing – masing siswa mempunyai different ability (kemampuan yang berbeda) dalam menangkap pelajaran yang disampaikan oleh guru yang berbeda- beda. Ada beberapa siswa yang hanya menguasai pelajaran Bahasa Inggris dan siswa yang lain menguasai pelajaran Matematika. Dari dasar fenomena di atas, penulis mencoba membuat system knowledge sharing (berbagi ilmu) hehehe sama seperti para blogger yang saling berbagi Tips – Tips untuk mempercantik blognya.

pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Pembelajaran kooperatif dikenal dengan pembelajaran secara berkelompok. Tetapi belajar kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau kerja kelompok karena dalam belajar kooperatif ada struktur dorongan atau tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan yang bersifat interdepedensi efektif diantara anggota kelompok (Sugandi, 2002: 14). Hubungan kerja seperti itu memungkinkan timbulnya persepsi yang positif tentang apa yang dapat dilakukan siswa untuk mencapai keberhasilan belajar berdasarkan kemampuan dirinya secara individu dan andil dari anggota kelompok lain selama belajar bersama dalam kelompok. Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka harus diterapkan lima unsur model pembelajaran gotong royong, yaitu:

a. Saling ketergantungan positif.
b. Tanggung jawab perseorangan.
c. Tatap muka.
d. Komunikasi antar anggota.
e. Evaluasi proses kelompok.
1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif


Mungkin hampir sama dengan ketua kelas juga yang Memimpin teman- teman di kelas supaya tertib. Kalau ada masalah dengan pihak guru, ketua kelas yg maju dan mengutarakannya ke Ketua Kepala sekolah mewakili suara teman2 sekelas. Kalau kelas kotor, ketua kelas harus cari petugas piket hari itu siapa dan suruh bersihkan kelas yg kotor. Pokoknya namanya ketua yah berarti pemimpin. Jadi bertugas memimpin teman2 supaya patuh pada peraturan, tertib, tdk berisik di kelas..
Nah, Yang namanya Ketua Kelompok atau Guru Kecil bertugas menjadi mediator ketika tidak mendapatkan solusi ketika melakukan diskusi didalam kelas. Guru kecil ini akan menjumpai Guru pelajaran yang bersangkutan Untuk meminta jawaban yang benar dan cara menyelesaikan Susah yang dianggap susah.

Si guru kecil juga diharapkan agar lebih dekat dengan Guru agar segala permasalahan belajar bisa langsung ditanyakan ke guru yang bersangkutan

Sumber: Taufar Teuku bantalidan
Continue Reading | comments

AKu si manusia anti sinetron

Tuesday, January 24, 2012

AKu si manusia anti sinetron

Selesai shalat magrib dilanjutkan dengan makan malam, wuuuh enaknya Kuah pliek Plus Ikan asin,,kucoba menghidupkan televisi untuk melihat berita up to date hari ini, ternyata duluan si kecil yang megang kendali alias memegang remote kontrolnya. Tidak ada satupun berita yang bias dinikamti melainkan sinetron – sinetron yang hampir setiap malam tayang di stasiun TV.Tak ayal adegan yang tidak wajar dipraktekkan oleh kaum adam dan kaum hawa yang bukan muhrim seakan boleh dipraktekkan dikehidupan sehari – hari. Peran antagonis yang super lebay pun ditampilkan dengan melakukan segala cara untuk memuaskan nafsunya.
Pacaran , selingkuh dan perceraian dihidangkan dengan berbagai metode. Sadar walaupun tidak efek otak mulai merekam hal – hal aneh tersebut.Sinetron laga yang ada pun tak jauh beda, berkelahi, perang dan pertengkaran yang tiada Ujung juga sangat mempengaruhi si penontonnya. HEBATnya lagi, sinetron atau ayeum mata itu menghanyutkan mereka dalam khayalan. Kehidupan mewah yang ditayangkan membuat Fans – fans Sinetron tak ingin– melewatkan sineron tersebut,,wah wah wah seakan malam tidak indah jika tanpa ditemani sinetron.adegan yang diputar pun ternyata mengandung banyak sisi negative,apalagi buat anak – anat yang masih dibawah umur.

Balee Beut (balai pengajian ) yang hampir di setiap daerah muridnya mulai berkurang itu juga sebuah pertanda bahwa pengaruh sinetron sudah benar – benar mempengaruhi aneuk miet (Anak – anak kecil) mulai dari gampong sampai dengan perkotaan.mereka rela meninggalkan Tempat dimana mereka akan dibina hanya dengan mengikuti sinetron yang belum mereka tahu kemana arah tujuannya,,(apalagi sinetron dengan 250 kali tayang atau lebih)

Saya pernah punya kenangan 15 tahun silam, ketika saya masih menuntut ilmu di sebuah Balee beut di Desa Tanjung, walaupun saya paling anti dengan sinetron tapi saya tidak anti yang namanya “Piala Dunia”. Nah pastinya “cabut” dari balai pengajian adalah cara yang dulu saya anggap pantas, saking asyik nonton babak kedua tanpa sadar kami di panggil oleh guru kami (Tgk. Ibrahim), kami pun mengambil langkah seribu. Esok malam kami ditugaskan untuk membersihkan WC dan pekarangan Balee sebagai hukuman.

Beliau pun begitu komunikatif dengan wali santri (walaupun tanpa digaji oleh pemerintah). Dari cerita singkat di atas sangatlah berbeda dengan zaman 2012 ini, yang hampIr semua balee beut kurang diminati oleh anak – anak sekarang.yang menjadi pertanyaannya adalah :
1.kemana orang tua mereka? Sudah maksimalkah pengontrolan dari Orang itu sendiri?
2.SEBELUM guree (guru) memberikan hukuman, sudah sangat pantas kalau hukuman diberikan oleh orang tua murid itu sendiri.
3.Kenapa TV tidak dimatikan saja kalau fardhu sembahyang saja mereka belum mengetahuinya.
4.Kenapa Warnet dan tempat – tempat hiburan saja yang ramai? Harusnya pemilik warnet juga sewajibnya menegur mereka, terkecuali mereka ke warnet untuk belajar ngaji dan baca kitab.

Disini pengaruh orang tua dalam membimbing anak adalah sangat dibutuhkan, serta selalu bersikap komunikatif dengan “GUREE”. Paling kurang menanyakan “Pu si Agam atau si Inong loen na I jak bak beut beuklam? Atau menanyakan pue kitab jinoe ka beut? kemudian jika mempunyai kesempatan .sekali kali si Ortu datang menjumpai Guree untuk bersilaturahmi dan berdiskusi tentang perkembangan si anak – anak, baik disekolah ataupun di Balee beut”. itulah salah satu bentuk perhatian orang tua
.
Continue Reading | comments

WIFI SINIS , Mie Bang MIS tidak LARIS

WIFI SINIS , Mie Bang MIS tidak LARIS

Siang itu sambil menikmati Teh TARIK dingin plus Magnum Filter 234, terduduk saya di pojok sebuah warung Kopi Aceh di ALYA CAFE Lhokseumawe (Itu sich singkatan dari penulis, kalo panjangnya ALue raYa CAFÉ), saya melihat seseorang yang terduduk lesu di dekat Rak Mie goreng di Depan Café ALYA. Akhirnya penulis mencoba menebak - nebak dalam hati kalo itu adalah Bang Mis, Sang penjual Mie goreng special di seputaran kota Lhokseumawe.Mie beliau yang banyak diminati mulai dari kalangan Mahasiswa, Masyarakat dan Facebooker kini sepi pembeli, belum ada pembeli yang datang, biasanya kalo jam segini sudah 10 – 15 piring terjual.

Bang Mis (itu nama panggilannya, tapi bukan Miss Universe lho) dan nama tersebut juga tertulis di depan Rak mienya sebagai ajang promosi beliau,,di Sore tanggal 16 Januari, Si WIFI memutuskan hubungan mesra dengan para Facebooker, twitterer, blogger dan para Downloader. Padahal, tiada hari tanpa pengunjung dan mereka sangat puas dengan pelayanan cepat, bersih dan professional dari Aduen Mahdi Ulka, Ayie Ganteng Dan Deq Wandi.Sejak si WIFI menghilangkan Signalnya. Akhirnya, CAFÉ ALYA Ditinggal oleh para – para Juru pegang Laptop dan kondisi warkop menjadi kosong pengunjung total . hingga ke esokan harinya, penulis mampir hanya untuk berkumpul bersama kawan – kawan disana, tetapi mereka ABSEN Atau mengambil Cuti karena “Efek NO SIGNAL”. hingga terbersit DI hati saya untuk mengisi waktu luang dengan memencet tombol keyboard laptop butut yang saya punya dan menuliskan beberapa kata sebagai ungkapan keluh kesah Bang mis.

Disconnected selama 2 hari membuat Warkop ALYA Sepi pengunjung, Mie yang dibelanjakannya Basi dan tidak laku. Sepulang dari berbelanja, Bang miss berujar sambil mengusap peluh “Masya Allah, Kenapa kamu tidak nyala hari ini ya? Padahal, 110 % Tamu suka sama kamu (sambil menunjuk ke arah Modem), sambil menoleh ke arah saya dia bertanya: ada koneksi? Saya mengelengkan kepala, sambil berbalik arah dia berujar sedih,,Mau saya bawa kemana mie ini? Kalau tidak ada yang beli.

Ternyata WIFI sangat berpengaruh kepada mata pencaharian seseorang apalagi CAFÉ ALYA yang luas dan berkelas itu mempunyai banyak pelanggan hingga puluhan orang di setiap harinya. Mie bang Mis laris (dan otomatis menambah pendapatan untuk kehidupan hari – hari beliau). Sejak DISCONECTED pada jaringan Speedy itu, banyak pelanggan yang hilang entah kemana. Mereka tidak mau mampir walaupun hanya untuk secangkir Kopi, APAKAH INI AKAN BERLANJUT ?

Zaman sekarang WARKOP tanpa WIFI, Di ibaratkan seperti KOPI TANPA PEMANIS..Yang bertanggung jawab pasti pihak Penyedia Jaringan atau kemungkinan LAPTOPer yang mengusili kinerja jaringan hanya untuk kepentingan pribadinya. Sungguh sangat disayangkan jika itu memang benar mereka lakukan, menari di atas penderitaan orang lain
Untuk Pihak Penyedia Jaringan,cepetan dung datangnya, perbaiki secepat mungkin, kasianilah mereka yang berpenghasilan dari Cangkir Kopi + Mie Goreng buatan Bang mis.
Sumber : Taufar Teuku Bantalidan.
Continue Reading | comments (1)
 
Copyright © 2011. Ulumuddin's Site . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger